Sabtu, 19 Mei 2012

Angry Birds Cupcake

Pertama kali bikin Cupcake dengan figurine karakter tokoh yang paling terkenal tahun ini, siapa lagi kalau bukan si " ANGRY BIRDS " ,,,sesuatu banget bikinnya karena harus mantengin si angry ini di laptopnya kaka Dino yang komplet dengan si angry. Lah ternyata anak2 pada hapal semua geng-nya si Angry ini, hmmm emaknya baru ngeh ama si Angry setelah bikin beginian hehe,,,masih belum rapih karena ternyata penuh tantangan hihi,,,tapi next time semangat sekali nih kalau bisa bikin cupcake figurin kaya begini lagi.
ini hasilnya ,,,,,taraaaaa ,,,^_^ ^_^


Senin, 07 Mei 2012

Fruit Pie

Siapa yang tidak tahu Pie,,,,kayanya ngga ada deh ^_^ ,biar tidak penasaran let's order from now,,

Fruit Pie

Cupcake Bolu Tape Keju

Menambah varian daftar Cupcake , kali ini ada cupcake bolu tape keju yang manis,,gurih,,hmmm pas banget dimakan dengan secangkir teh hangat menemani pagi atau sore anda ^_^

Cupcake Tape Keju

Sabtu, 05 Mei 2012

American Risoles (AMRIS)

American Risoles / Amris sebetulnya kalau yang original isinya daging asap, telor, mayonaise dan keju, tapi yang ini versi ekonomisnya, and tidak kalah dengan versi ori-nya loh,,,bikin ketagihan ,,,,^_^ biar tidak eneg isinya  Ayam , Jagung manis dan Mayonaise,keju ,,,,dijamin ueenaak ^_^
ini penampakan yang frozen....

AMRIS

Dan taraaaaa ini yang sdh digoreng,,,,cantiiik yaaaa, kaya yg nggoreng hehe ^_^





Jadi hayuuuuukkk  mareeeee diorder.

Chicken Nugget Sehat

Chicken Nugget tanpa MSG maupun pengawet ( minimum order 500 gr )


Aneka Cookies / Kue kering

Nastar, Kastengels, Putri Salju, Sagu Keju, Kukis Hias, dll

Aneka Kue Kering

Brownies Panggang

Brownies yang nyoklat dengan toping almond,,,,so yummy ^_^


Praline

Praline original dan Praline isi kacang mete

PRALINE

Pops Cake

Bola bola coklat yang yumy dan cantik

Pops Cake

Puding Sutra

3 Pilihan Rasa ( Mangga, Jeruk dan Coklat )


Klappetaart

Klappetaart original dan keju

KLAPPETAART

Birthday cake

Birthday Cake (Base cake : sponge cake, butter cake, choco mud cake )


BIRTHDAY CAKE

Cream Cheese Cake

Cream Cheese Cake ( 2 pilihan : dengan Whippy cream dan taburan keju )


Cream Cheese cake Tart
Cream Cheese Cake Loyang panjang 


Cupcake ^_^

Cupcake decor Rose Buttercream

Cupcake
Cupcake Bouquet

Brownies Kukus Keju

Brownies Kukus keju Rp. 35.000,-

Brownies Kukus Keju

Brownies Kukus Pandan

Bronis Kukus Pandan

Brownies Kukus Pandan

Bronis Kukus Coklat

1. Brownies Kukus Coklat (original) Rp. 30.000,-
    minimum order 2 bronis.




















Jumat, 04 Mei 2012

Proses Belajar Berenang Kaka Dino ^_^

Setiap usaha yang kita lakukan dengan sungguh2 pasti suatu saat akan membuahkan hasil yang menggembirakan, seperti halnya yang dilakukan kaka Dino dalam proses belajar yang tidak gampang untuk pertama kali dilakukan, karena sebelumnya kaka Dino takut air heehee,,,tapi karena setiap hari dilakukan akhirnya jadi berani dan terbiasa, good job nak ^_^ , dan taraaaa setelah 8 bulan belajar berenang akhirnya kaka Dino bisaaa, ayooo semangat terus kaka Dino....Bunda, Rara dan dede Vania selalu menemanimu.
ini ada momen yang sangat mengharukan bagi saya sebagai bundanya kaka Dino " video tentang pertama kalinya kaka Dino bisa berenang tanpa alat bantu apapun " .
Dan ternyata video-nya tdk bisa terupload hiks,,,hiks ,,,,,

***** Bung Kusuma Wicitra helppp me ^__^ ********


Rabu, 02 Mei 2012

Lapis Surabaya

original resep : Ibu Fatmah B

* Bahan untuk setiap lapis :

- 10 butir kuning telur
- 100 gram gula pasir
- 125 gram mentega kocok
- 50 gram tepung terigu

 * Cara membuat :
 Kocok telur dan gula hingga kental, matikan mixer. Masukkan mentega kocok, aduk rata. Masukkan tepung terigu. Aduk rata. Tuang ke dalam loyang tipis 22x22x4cm. oven 20 menit, suhu 180”C. Buat 3 lapis adonan, untuk adonan coklat, tambahkan 1 sdm coklat pasta Balck Forest, aduk rata.


                                                    *** SELAMAT MENCOBA ****

How to make " Cake Pop "

Cake Pop 

 Bahan cake :
- mentega 120 gram
- gula pasir 120 gram
- terigu 130 gram
- coklat bubuk 30 gram
 - telor 2 butir
- susu cair 125 ml

 cara :
 - kocok mentega dengan gula pasir sampai lembut
 - masukan telur satu persatu
 - masukan terigu dan coklat bubuk yg sdh diayak bergantian dengan susu cair (diawali dengan tepung dan diakhiri dengan tepung juga).
 - panggang kurang lebih 30 menit /sampai matang.
Setelah matang cake didinginkan, lalu dihancurkan sampai halus dan bisa dibulatkan,tambahkan skm secukupnya agar adonan bisa menyatu. bulatkan sampai adonan habis lalu masukan kulkas kurang lebih 1 jam, lalu siapkan coklat leleh (warna terserah) masukan ujung stik lolipop ke coklat leleh lalu tusukan ke cake pelan2 sampai adonan habis, baru cake dicelupkan ke coklat leleh , diputar2 stiknya biar coklat cepat kering. terakhir hias dg meseis, trimit, dll.
Cake Pop ^_^


                                                  **** SELAMAT MENCOBA ************

Renungan buat para Orangtua ^_^

Disetiap kesempatan selalu menunggu waktu yang pas untuk menulis sesuatu yg berguna buat teman teman semua. ada kata2 bijak sepert ini : When you get up early every morning, and work hard, you will have get more success. jadi penyakit malaaas harus kita kubur dalem2. semua tugas yang diamanatkan kpd kita (kaum perempuan) bisa dihandle dg baik. specialy about your children,,,about happiness and education for all lovely kids (maaf sok inggris kalau ada salah2 kata harap maklum hehe ^_^ lagi belajar juga, biar ngga kalah sama yang pada kursus ^_^).
ini ada sebuah tulisan dari pakar yang bisa kita ambil hikmahnya. biar anak2 kita tidak mengulangi kebodohan atau kesalahan dimasa lalu. semangaaat ^_^
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


Setiap orangtua yang mendapatkan pertanyaan ini, cepat atau lambat akan menjawab: “Anak bahagia.” Tapi, apakah benar anak pintar tak mesti bahagia? Jawabannya, ya. Anak pintar belum tentu bahagia. Bahkan, anak pintar yang tidak memiliki karakter-karakter tertentu, bisa diduga pasti tidak bahagia. Anak bahagia belum tentu pintar. Anak yang memiliki karakter-karakter tertentu, meski tidak pintar, diduga pasti bahagia. Karakter-karakter itu terkait dengan kemampuan menghasilkan emosi-emosi positif, yang biasa disebut dengan emotional intelligence (EI atau EQ).
Jangankan kebahagiaan, kesuksesan saja tak selalu ada hubungannya dengan kepintaran. Suatu penelitian di
Harvard University, atas mahasiswa kedokteran, hukum, bisnis, dan keguruan menunjukkan bahwa kesuksesan tak ada hubungannya sama sekali dengan kepintaran—sebagaimana diukur dengan IQ.


Daniel Goleman menemukan:
“… Kecerdasan emosional kita menentukan potensi kita untuk belajar keterampilan praktis... Kompetensi emosional kita menunjukkan berapa banyak potensi kita yang telah diaplikasikan menjadi kemampuan yang bisa dipakai saat bekerja.” Clifton dan Rath percaya bahwa emosi positif merupakan kebutuhan penting sehari-hari untuk kelangsungan hidup, dan untuk hidup bahagia.


Tapi, jangan khawatir. Jika dibarengi dengan kepemilikan karakter-karakter tertentu, kepintaran membantu kebahagiaan. Orang pintar yang memiliki karakter-karakter tertentu itu masih punya peluang bahagia lebih besar dibanding yang kurang pintar.
Masalahnya, mendorong anak untuk pintar, dengan cara-cara yang tidak bijaksana (
push parenting atau
push teaching), bisa menyebabkan anak kehilangan peluang untuk memiliki karakter-karakter yang mendukung kebahagiaan. Kenapa? Karena cara-cara yang tidak bijaksana—menekan, menuntut secara berlebihan, membebani anak dengan kegiatan belajar sehingga merampas waktu luang mereka—demi mengejar kepintaran adalah bertentangan dengan cara-cara untuk mengembangkan karakter yang mendukung kebahagiaan.


Menurut Daniel Goleman lagi, karakter-karakter itu adalah :


•   
Self Control: Kemampuan untuk mengelola emosi dan impuls yang mengganggu, secara efektif.


•   
Trustworthiness: Kejujuran dan integritas.


•   
Conscientiousness: Keteguhan dan tanggung jawab dalam memenuhi kewajiban.


•   
Adaptability: Fleksibilitas dalam menangani perubahan dan tantangan.


•   
Innovation: Keterbukaan terhadap ide-ide, pendekatan, dan informasi baru.


Sedangkan menurut psikologi positif
(positive psychology), karakter-krakter itu adalah :


• 
Wisdom and Knowledge: Kreativitas, rasa ingin tahu, keterbukaan pikiran, cinta belajar, kejernihan perspektif  (dalam melihat segala hal), inovasi.


•   
Courage: Keberanian, ketekunan, integritas, vitalitas.


•   
Humanity: Cinta, kebaikan, kecerdasan sosial.


•   
Justice: Kewarganegaraan, keadilan, kepemimpinan.


•   
Temperance: Rasa maaf dan kemurahan hati, kerendahan hati, kebijaksanaan, kontrol diri.



Transcendence: Apresiasi terhadap keindahan dan keluhuran, rasa syukur, harapan, humor, spiritualitas.


Sayangnya, terkadang kita harus memilih antara mendorong anak untuk pintar dan mendorong anak untuk memiliki karakter-karakter yang dapat menentukan kebahagiaan mereka. Kita memang perlu waktu banyak untuk menanamkan karakter-karakter ini sampai ia menjadi habit. Lebih dari itu, proses ini membutuhkan penciptaan suasana yang nyaman dan menenteramkan. Bukan tekanan. Sudah pasti suasana seperti ini tak diperoleh dengan terburu-buru dan pemaksaan. (Sampai di sini kita ingat beban kurikulum di sekolah-sekolah kita yang amat tidak proporsional, dan berbagai jenis penilaian/tes yang tidak tepat-guna).
Tak kalah pentingnya, kita juga perlu memastikan
self esteem (harga diri) anak agar terus terpelihara. Hak ini merupakan syarat utama, bahkan bagian dari tujuan pendidikan untuk menanamkan karakter-karakter ini. Studi dari  Dr. Elizabeth Hurlock menunjukkan pentingnya menerapkan psikologi positif—sebuah aliran psikologi yang percaya bahwa semua manusia berbakat baik dan bahagia—di sekolah dan keluarga. Mengabaikan atau mengkritik siswa dapat menghambat pendidikan mereka. Emosi positif memungkinkan individu untuk belajar dan bekerja dengan kemampuan mereka yang maksimal.


Dr. Elizabeth Hurlock menyimpulkan hal ini dari studi yang pernah dilakukannya. Ini merupakan studi yang dilakukan terhadap siswa antara kelas empat sampai enam. Studi itu dilakukan untuk melihat bahwa pujian, kritik dan sikap tak acuh guru terhadap kerja siswa bisa berefek pada siswa itu. Untuk percobaan ini sekelompok siswa diminta menyelesaikan soal matematika tertentu dalam beberapa hari. Anak-anak yang mendapat nilai tinggi, dipanggil dan dipuji di depan kelas. Mereka yang dapat nilai buruk, secara terbuka dimarahi di depan kelas. Sedangkan mereka yang dapat nilai sangat buruk, diabaikan. Hasilnya, siswa yang dipuji meningkat dengan 71%, siswa yang dikritik meningkatkan kinerja mereka dengan 19% dan mereka yang diabaikan meningkat sebesar 5%.


Untuk membesarkan anak berkarakter, kita juga perlu memberikan ruang seluas-luasnya untuk mereka untuk berekspresi, dan membuat kesalahan-kesalahan serta belajar darinya. Juga untuk belajar apa yang dia senangi.  Dan untuk bermain-main serta bersosialisasi, agar dapat terus belajar keterampilan sosial. Kita juga perlu memberikan ruang seluas-luasnya bagi mereka untuk aktif dalam berorganisasi, untuk punya waktu cukup menjalani hobinya, untuk belajar agama dan spiritualitas, untuk dilibatkan dalam aktivitas-aktivitas menolong orang lain, dan untuk dibawa ke tempat orang-orang yang kurang beruntung agar punya rasa syukur dan untuk belajar seni serta mengapresiasi keindahan.


Nah, untungnya, emosi positif dapat menular. Sehingga, memiliki orangtua, anggota keluarga, teman, guru, murid, atau siapa saja di dekatnya yang mengembangkan emosi positif dapat membantu siswa untuk menjadi beremosi positif dan bekerja dengan kemampuan mereka yang terbaik. Sebaliknya, jika ada satu saja yang beremosi negatif, hal itu dapat merusak seluruh suasana emosi positif dalam suatu lingkungan.
Kesimpulan yang lain, menurut Clifton dan Rath, 99 dari 100 orang lebih suka berada di sekitar orang-orang yang beremosi positif.Mereka percaya bahwa mereka bekerja lebih produktif ketika mereka berada di sekitar orang yang beremosi positif. Memang, seberapa pintar seseorang, hanyalah orang yang memiliki emosi positif yang akan disukai dan dicintai oleh orang lain. Inilah modal utama untuk sukses di mana saja, sekaligus untuk hidup bahagia.


Maka, marilah kita ubah paradigma kita dalam mendidik anak, dan memfokuskan proses pendidikan kepada pemenuhan syarat-syarat untuk bahagia, ketimbang sekadar untuk pintar. Marilah kita menekankan proses pendidikan pada penanaman karakter-karakter positif anak. Mari juga menjadi orangtua yang selalu memfasilitasi suasana yang nyaman bagi anak-anak kita, selalu memelihara harga diri mereka, dan selalu member ruang seluas-luanya bagi anak-anak kita untuk mencoba dan salah. Hanya dari itu semualah, kreativitas bisa lahir. Dan hanya dengan kreativitas, kita bisa unggul dan berharap banyak bahwa kebahagiaan hidup akan menanti anak-anak kita.


Karena, jika bukan kebahagiaan, apalagi yang dicari orangtua untuk anak-anaknya?[]


Catatan di Tengah Hiruk Pikuk UN
Oleh Haidar Bagir
Sumber: http://www.mizan.com/index.php?fuseaction=plong&id=43


semoga bemanfaat ^_^